galihyonk

Fotokopi, apakah membajak?

Ditulis oleh galihyonk di/pada Juni 9, 2008

Yah sebagai orang ndak punya cukup dana untuk beli buku diktat dengan harga yang bagiku selangit. Terpaksa dengan modal seadanya yaitu pinjem buku teman ato di perpustakaan trus lari ke tukang fotokopi minta fotokopi bagian-bagian yang sekiranya “penting”. :-)

Namun yang menjadi ganjalan di angan-anganku ini, apakah kalo kita fotokopi buku tanpa ijin ke penerbit dsb apa ndak dinamakan membajak? Kalau diriku ini terbentur masalah ekonomi. Tapi kalau menurutku budaya “membajak” dalam bangsa ini sudah terlanjur mengakar dan sulit untuk dihilangkan. heHE,, Software, sinetron, buku dsb ikut dibajak. Haiyah, kapan kreatifnya ya?.. Hm,,,

6 Tanggapan ke “Fotokopi, apakah membajak?”

  1. natazya berkata

    lah potokopi mah udah umum syekale bukan??

    biarin ah… kreatif pada saatnya

    membajak nikmati saja :D

    saya paling suka beli dvd dan cd bajakan heuheuheuheuh

    nanti berhentinya… kalo daya beli sudah tinggi :p

  2. pembajakan itu bagian dari kreatifitas yang kurang kreatif ya :)

  3. zoel chaniago berkata

    hihihi au ah gelappp

  4. achoy berkata

    secara membajak gitu …namanya menggandakan tanpa izin yang memproduksi ya membajak, tapi..klo mas nya ini gak fotocopy , kayaknya tukang fotocopy jg g laku …:D

  5. ario saja berkata

    klo di Indonesia gak… tapi klo menurut aku tinggal disesuaikan aja ma konteks nya

  6. achoy berkata

    yach begitulah di indonesia, kebiasaan yang buruk sudah mengakar…dan mendarah daging, jadi hal – hal yang seharusnya tidak dilakukan, sudah dianggap biasa..

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>