PON XVII dan gengsi antar daerah
Ditulis oleh galihyonk di/pada Juli 3, 2008
Selama berada di sini, saiya sudah merasakan betul bagaimana gengsi nama daerah di PON XVII walaupun upacara pembukaan masih akan digelar esok hari.
Namun menurut saiya di sini semboyan “Jer basuki mawa bea” itu terasa banget keberadaannya, yaitu kesuksesan itu tergantung usaha dan “bea” atau dana yang telah dikeluarkan. Daerah dg income besar sudah pasti akan mendapatkan jumlah medali yang lebih besar daripada daerah dengan jumlah income rendah. Hm,, saiya kira semua orang juga sudah tahu mana daerah yang tergolong berincome besar dan daerah yang berincome kecil. Ironis memang, namun ini semua berkaitan dengan gengsi nama daerah masing-masing sehingga jumlah dana yang dikeluarkan tidak masalah.
Mudah-mudahan dengan dana besar yang telah digelontorkan daerah masing-masing untuk mengikuti PON ini tidak digunakan untuk melakukan kecurangan pada saat pertandingan. Dan semoga sportifitas tetap dijaga.




sluman slumun slamet berkata
sepakat sam! saya sudha ada ide di benak buat nulis ini… tapi kok mampet ya! beda banget sama jaman dulu… sekarang PON cuma adu uang saja. propinsi kaya tentu bisa “mengimpor” atlit berkualitas. makanya jangan heran banyak atlit kutu loncat.
tapi siapa sih yang mau hidup sengsara di hari tua… banyak atlit berprestasi di masa muda tapi terabaikan di masa tua.
oh ya PON-nya kapan mas? kok gak ada gaungnya?
galihyonk berkata
Stuju Mas, banyak atlet yang kutu loncat karena bonus yang ditawarkan daerah lain lebih besar..
Bonus apabila atlet mendapatkan medali Emas untuk atlet bernilai puluhan bahkan ratusan juta rupiah dari daerah…
Pembukaan mulai besok tanggal 5 Juli Oleh Pak Sby Mas…
Klo masalah gaung yang kurang, Panitia Kaltim sendiri klo saiya lihat belum siap untuk melaksanakan PON XVII….
masih banyak kekurangan sana-sini..
Rafki RS berkata
Uang ternyata menentukan segalanya ya Mas Galihyonk? Tapi yang penting semangatnya. Uangpun sebenarnya hanyalah alat untuk penambah semangat.
Sawali Tuhusetya berkata
santer terdengar kabar bahwa daerah yang punya banyak duwit bisa demikian mudah mentransfer atlet dari daerah lain utk membela daerahnya. wah, kalau sudah begini, kasihan juga ya mas daerah2 yang punya banyak atlet tapi tak sanggup mempertahankan karena ndak punya alasan utk bisa mencegahnya? ternyata duwit juga berlaku di dunia olahraga, yak?
zoel chaniago berkata
kok tv g’ ada yang nyiarin pon yach,,, apa saya yang jarang nonton tv
Didit Fitriawan berkata
Sya jago JATIM…karena saya orang Jatim.
Tapi siapapun yang juara tidak masalah, yang penting adalah persatuan dan semangatnya.
Tapi masih banyak yang buka aurat juga atlit2nya…
keminisme berkata
Thak!!! Jajane yoo.. awas sampe ra digawakno. adekmu sing cilik tak culik. tak guwak neng kalimantan!
azaxs berkata
Siip… dan selamat untuk jatim sam
azaxs berkata
numpang ngiklan sam
Teruntuk rekan2 Blogger Kota Reyog yang berada di Ponorogo dan sekitarnya ataupun yang masih diperantauan dan ingin mudik ke Ponorogo kami mengharapkan kehadirannya dalam:
NgaBar (Ngangkring Bareng) Blogger Ponorogo
–Kopdar perdana Blogger Ponorogo–
besok pada:
Selasa, 29 Juli 2008
Pukul 19.00 (ga pake ngaret..
)
di Angkringan Jagung Bakar Aloon-aloon depan bioskop Apollo
Agenda:
Silaturahmi dan sharing,
Ngobrolin komunitas blogger Ponorogo,
dan tentunya makan jagung bakar…
Untuk kontak-kontakan dapat menghubungi dibawah ini:
Azaxs 081359204155 azaxs_new@yahoo.com
Wongbagoes 085233801344 willwee306@yahoo.com
NB:
1. Pengumuman ini sekaligus sebagai undangan
2. Untuk memudahkan komunikasi diharapkan dapat memberikan nomor kontak ke CP diatas.
ellthyas berkata
aduh jd malu aku blogku isinya ndak penting thank yo mas!!! smangat jg ya mas