Mahalnya Biaya Daftar Ulang Kuliah
Ditulis oleh galihyonk di/pada Agustus 5, 2008
Waduh-waduh habis liburan nglurug ke sono sini dan sempet ada insiden ini itu akhirnya ujung-ujungnya balik lagi ke kota Surabaya. heHEhe.. Yah memang sudah menjadi tugas dan kewajiban saiya untuk kembali lagi ke kota ini. Kedatangan saiya setelah liburan panjang adalah untuk membayar keperluan administrasi kampus yaitu mbayar SPP. Pembayaran SPP di kampus ini sekarang menjadi “agak lain” karena pembayaran Uang SPP dan IKOMA dipisah menjadi 2 lokasi yang berbeda. Namun, kata bapak Satpam BNI yang baik hal ini dilakukan demi mempermudah kami sebagai mahasiswa yang nantinya pembayaran SPP dapat dilakukan di tiap-tiap Bank Cabang Pembantu.
Tapi sebagai seorang “murid” lama yang sedikit mengamati perkembangan kampus, sekarang ini biaya daftar ulang kampus tetap saja mahal. Padahal jalur masuk yang dilalui adalah jalur SN-PTN yang dulunya SPMB.
Lalu? Apa bedanya biaya kuliah di Negeri dan Swasta?
Kasian para orang tua yang telah banyak mengeluarkan biaya untuk daftar ulang. Yah, saiya mengerti bahwa bagi orang tua kebutuhan anak adalah “Nomor 1″. Apapun akan dilakukan orang tua demi kemajuan anaknya. Namun, bagaimana dengan nasib orang tua yg tidak mampu padahal mempunyai anak yang pandai?
Hm,, disini saiya ingin mengkritik Negeri Ini bahwa perhatian bangsa ini untuk Pendidikan masih kurang sekali.




baderiani berkata
bukan kurang,,,,, saking banyaknya penbdududk so bingung tuhh pemerintah… tetep semangat yahhhmamapir ke tempatku
ellthyas berkata
aku th alesannya mas, hm,, itu mah biar rakyat jd gak pinter2!! ntar klo pada pinter2 ketahuan deh para pejabat yg korupsi he3…
admire98 berkata
yach…begitulah..ketika kita diperdaya oleh birokrasi yang ada,tapi whatever,kita yang punya kelebihan dibanding teman2 kita yang hanya bisa membayangkan bangku skul/kul dlm impian mereka,kita harus bener2 donk kulnya,ya klo bisa ga pake molor gitu…:mrgreen:
ndop berkata
memange mbayar piro??
brad berkata
karena salah pilih presiden, akibatnya dirasakan selama 5 tahun