Ditulis oleh galihyonk di/pada Oktober 30, 2008
Fisik ato Elektrik?
Hm, mungkin pertanyaan ini sudah sering terdengar di telinga para hadirin yang terhormat. Entah mengapa saia akhir-akhir ini begitu terinspirasi dengan yang namanya dunia per-HaPean berikut pulsa-pulsanya.
Nah, yang ingin saia bahas disini adalah untung rugi antara beli pulsa fisik dan elektrik. Klo saia sebagai Pelanggan Indosat yang setia, saia lebih memilih untuk beli pulsa fisik daripada beli pulsa elektrik. Haiyah bukan karena saia orang kaya raya nan baik hati
, namun karena alasan sebagai berikut.
Untungnya beli pulsa Fisik itu klo menurut saia kita ndak perlu nunggu-nunggu pulsa masuk via SMS selain itu kita bisa koleksi kartu-kartunya
.
Andai kartu fisik isi ulangnya bisa ngomong, “pulsa yang kamu dapat langsung dari kartu saia loh?”
Hm, klo kita isi pake elektrik ruginya sih paling klo lagi error pasti lama masuknya tp memang sih harganya memang lebih murah dari pada pulsa fisik.
Ditulis dalam Sekedar Coretan | 25 Komentar »
Ditulis oleh galihyonk di/pada Oktober 22, 2008
Wew, hari ini saia teringat junior saia dari jurusan sebelah yang manis cakep menanyakan nomer HP teman sebut saja bunga
.
“Maaf mas, punya nomer HP Bunga?”, junior
“Waduh maaf dik, saia ndak tau-e nomernya Bunga Citra Lestari-e”, gitu kataku
“Sering ganti nomer soalnya dia”, lanjutku
Ya, “Ganti Nomer HP” itulah sesuatu yang paling ndak aku sukai selama ini. Bikin orang susah nyari aja.
Berikut ini analisis Saia mengapa Orang “Sering Ganti Nomer HaPe”
- Murah tentunya, sekarang ini banyak kartu HP dengan bonus bla bla bla hanya dijual dengan harga kurang dari 10 Rupiyah
- Masih belum menemukan “pasangan” yang pas, weit maksud-e pasangan kartu HP yang cocok di hati
intan nuraini
- Ingin menghindari seseorang aka penggemar aka mantan pacar dkk
, ini cara yang paling ampuh… heHE..
- Sinyal di desa dan di kota beda, jadi-nya klo pas pulang ke kampung ganti nomer HP.
Ada tambahan yang lain?
Ditulis dalam Sekedar Coretan | 21 Komentar »
Ditulis oleh galihyonk di/pada Oktober 17, 2008

Senin pagi kemarin, seperti biyasa saia berangkat ke sekolah naik motor tercinta. Dan seperti biyasa juga saia parkir di parkiran di lingkungan FMIPA. Dan ketika saia mulai masuk parkiran, “Duh astaganaga….” saia di kasih kartu parkir berbentuk kotak berbahan Fiber mengkilap yang konon harga perbijinya 50 ribu rupiyah.
Mungkin pengola parkir di kampus sudah memikirkan konsep perubahan sistem parkir yang baru ini, mengingat banyak motor hilang pas menjelang idul pitri kemaren.
Sebenarnya saia senang dengan sistem parkir baru ini, namun denda apabila kartu parkir itu hilang adalah seharga 50 ribu perak. Kekekeke.. Mengingat saia orang ceroboh dan tidak teliti, hal ini tentu membuat saia menjadi lebih berhati-hati menyimpan segala sesuatu lagi. Semoga dengan adanya sistem parkir baru ini membuat angka pencurian sepeda motor di kampus ini menjadi turun dan bahkan kalau bisa menjadi nol.
Ditulis dalam kampus | 15 Komentar »